Saturday, 7 February 2015

Mendidik Anak a la Rasulullah

Mendidik Anak a la Rasulullah


Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9)

Sahabat Ummi, setiap orangtua mendambakan anak yang shaleh, cerdas, dan membanggakan, akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras.
Kita sebagai orangtua lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua!
Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.
1.  Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja
Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau Golden Age.  Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat.  Percepatan tumbuh kembang ini bisa dirangsang dengan mainan.  Mainan akan sangat membantu agar anak menjadi anak yang cerdas. 
Sedangkan Rasulullah sendiri menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak kita yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun.  Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik. 
Zona merah: Jangan marah-marah! Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.
Jadikan anak merasa aman, merasa dilindungi dan nyaman bersama orangtua.  Ketika anak nakal maka janganlah membiasakan untuk dipukul supaya anak mau menurut.  Memukul ataupun memarahi anak pada usia ini bukanlah cara yang tepat.  Berikanlah kesempatan pada anak agar merasakan kebahagiaan yang berkualitas dimasa kecil.


2.  Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu
“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”     (HR. Abu Dawud)
Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini.  Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat 5 waktu. 
Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat.  Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau pukulan di kepalanya.  Atau kita bisa membuat sanksi-sanksi ketika anak melanggar, namun sanksi yang diberikan usahakan sesuai dengan kesepakatan antara anak dan orangtua.
Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.

3.  Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat

Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak.  Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak.  Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak. 
Zona hijau: sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga.
Timbulkan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua namun bisa bersikap seperti sahabat setia.  Sahabat setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak.
Masa ini adalah masa pubertas untuk anak-anak. 
Jangan sampai ketika anak-anak punya masalah namun mereka cari solusi dan cari curhat ke tempat orang lain.  Didiklah anak dengan membangun persahabatan meskipun kita adalah orangtuanya, agar anak tidak merasa bahwa kita adalah orang ketiga yang tidak boleh tahu tentang permasalahan dirinya.
Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya.  Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://ummi-online.com/

Sunday, 1 February 2015

Nutrisi Optimal dalam Nutrishake

NUTRISI OPTIMAL!





Nutrishake Menurunkan Berat badan
Nutrishake ; Nutrisi Optimal !

1. Bahan-bahan murni dan alami dalam keseimbangan yang sempurna

Makronutrisi (karbohidrat, lemak dan protein) NutriShake berasal dari kacang polong, apel, telur, susu, rosehip dan bit. Satu porsi berisi 7,5 gram protein, 6 gram karbohidrat dan 1,5 gram lemak. Asam lemak seimbang karena kandungan omega 3 yang tinggi dari telur, karbohidratnya rendah glikemik dan kaya akan serat alami dan proteinnya memiliki profil asam amino lengkap.
2. Tiga sumber protein yang sangat baik (kacang, telur, susu)
Sangat penting untuk mengkonsumsi protein dari berbagai sumber untuk mendapatkan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang secara optimal. NutriShake membentuk profil asam amino lengkap karena mengandung asam amino esensial dalam proporsi yang tepat dan mengandung protein dari kacang polong, telur dan susu.
Satu porsi NutriShake mengandung 7,5 gram protein, sekitar 15% dari asupan protein harian seorang wanita rata-rata hanya 3% dari kalori. Kandungan proteinnya yang tinggi memuaskan rasa lapar secara signifikan dan NutriShake terbukti secara klinis mengurangi keinginan ngemil.
Protein Kacang Polong
Protein susu
Protein Telur
3. Kandungan omega 3 tinggi dari telur khusus
Kebanyakan suplemen protein atau merek makanan pengganti tidak mengandung lemak esensial, padahal lemak esensial penting bagi kesehatan. Selama dekade terakhir, penelitian nutrisi telah menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah lemak yang berperan dalam kesehatan tetapi juga jenis lemak. Oleh karena itu telur khusus yang sangat unik dari ayam digunakan dalam NutriShake tersebut. Telur ini meningkatkan kandungan asam lemak omega 3 dalam NutriShake dan menghasilkan omega 3 hingga omega 6 yang lebih sehat dengan rasio 1:5.
4. Formulasi rendah GI untuk mengurangi keinginan mengkonsumsi makanan yang manis, mempertahankan energi dan fokus
Makanan yang kaya kandungan karbohidrat dapat diklasifikasikan sebagai makanan dengan glikemik tinggi, sedang atau rendah. Makanan dengan kandungan glikemik bawah 55 dianggap rendah, sedangkan NutriShake memiliki indeks glikemik 28 (lihat studi pada halaman 34). Makanan dan minuman yang memiliki kandungan glikemik tinggi dianggap tidak sehat kadar gulanya memasuki aliran darah dengan cepat dan memaksa produksi insulin yang tinggi untuk memungkinkan penyerapan oleh lemak dan sel otot. Tingkat insulin yang tinggi akan menyebabkan kenaikan berat badan. Contoh karbohidrat dengan efek ini termasuk makanan yang berwarna putih atau manis – makanan yang terbuat dari tepung putih, gula semua kue dan permen.
Karbohidrat kompleks atau pati memiliki kandungan "glikemik rendah" atau "lambat dicerna" karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya. Karbohidrat tersebut menyebabkan lebih sedikit ketegangan pada pankreas saat insulin diproduksi pada tingkat normal dan memberikan energi yang lebih 'konsisten' yang berlangsung hingga makan berikutnya.
5. Formula yang dipatenkan tersedia secara eksklusif dalam rangkaian Wellbeing
Formula tersebut awalnya dikembangkan oleh Professor Stig Steen untuk pasien-pasien yang berada dalam daftar tunggu untuk transplantasi paru-paru atau hati, atau dalam masa penyembuhan dari tindakan operasi tersebut. Dengan kandungan yang unik dan efeknya secara psikologis, produk ini juga sesuai untuk orang-orang yang sehat. Untuk melindungi formulanya agar tidak ditiru, saat ini produk tersebut dipatenkan dan dijual secara eksklusif oleh Oriflame.
6. Hanya mengandung rasa alami
Untuk mendapatkan minuman yang semurni dan sealami mungkin, semua rasa yang digunakan alami. Walaupun menambah biaya produksi, namun hal tersebut menjadikan kualitas dan rasa NutriShake unggul dibandingkan minuman nutrisi lainnya di pasaran.
7. Dokumentasi klinis yang membuktikan menjaga berat badan secara aman, alami, efektif dan berkelanjutan
Penelitian kami secara berulang-ulang membuktikan bahwa kombinasi dari panduan, motivasi diet hingga olah raga dan follow up mingguan memberikan hasil yang luar biasa. Kami menyebut model untuk menjaga berat badan “The Road Map” dan terdiri atas dua tahap: the Weight Loss Road (berat badan stabil hingga mencapai berat badan yang diinginkan) dan Well-being Road (menjaga berat badan yang diinginkan). Model ini diimplementasikan dan didokumentasikan di Igelösa selama dua tahun studi untuk menjaga berat badan (lihat halaman 34). Data klinis membuktikan bahwa selama penggunaan NutriShake organ biologis mengalami perkembangan dan menjaga berat badan. Jika perusahaan lain melakukan studi selama 6-8 minggu, Oriflame memilih untuk melanjutkan dokumentasi untuk menggambarkan keamanan dan manfaat Nutrishake dalam menjaga berat badan – hal yang lebih sulit dicapai dibandingkan menurunkan berat badan.

Pengukuran seberapa cepat dan tinggi kadar gula darah (glukosa) meningkat setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat
Kaya akan kandungan karbohidrat sederhana
Kaya akan kandungan karbohidrat kompleks
Jika mengkonsumsi makanan dengan kadar GI tinggi: maka level gula darah Anda akan meningkat dengan cepat, mengakibatkan Anda merasa lelah dan kurang energi.
Jika mengkonsumsi makana dengan kadar GI rendah: maka level gula darah Anda akan stabil dan terjaga keseimbangannya, sehingga Anda memiliki energi yang bertahan lama.

Salam Sukses

Risa Hananti
089698744887


SEGERA KONSUMSI SEKARANG JUGA !
Cocok untuk Ibu Hamil dan Menyusui
ASI Jadi Melimpah dan sekaligus membuat langsing dan sehat !