Cerita ini saya dapatkan dari obrolan santai antar crossline dalam 1 jaringan kami.
Ketika kami mulai menghasilkan pendapatan dari bisnis online Oriflame.
Saya tahu dan sering membaca kisah2 inspiratif orang2 sukses sebelumnya, tapi ketika orang terdekat yang biasa ngobrol dengan kita ternyata memiliki kisah inspiratif yang tersembunyi, maka kita akan lebih merasa terinspirasikan untuk mengikuti jejak kesuksesannya :)
Berikut adalah hasil copy paste chat room kami (sudah dengan edit sedikit biar ceritanya lebih Indah dengan alur yang berjalan kedepan) :D
--------------------------------------------------------
Dari SD sudah buruh kalau saya.
Dari buruh ngupas buah melinjo sampai cari kayu bakar pulang sekolah, cari rumput dipinggir jalan.
Boro-boro mikir ganti tas sekolah atau sepatu.
Tapi dibikin mewek ngitung tas dari oriflame yg lebih dari 10 masih kebungkus plastik.
Atau yg kelas 4 sd tetep tegar karena dibilang sama salah satu ibu guru (sungkem nggih bu....jasamu tetep berarti bagiku....karena putrimu sekarang downlineku xixiixixi),
Karena kalau pakai baju bebas pas hari rabu..bajunya itu itu aja....
Jawabku singkat: bu la mung kagungan niki (Bu lha punyanya ini.. )
Inget baju kulot tulisannya Jogging di pinggang...
Jalan kaki sampai SMP... waktu SD, hari Jumat dan Sabtu nyeker nggak pakai sepatu...
Bapak saya yang sopir, Ibu saya yang kerja serabutan membuat saya ikut prihatin.
Membuat saya harus kuat ikut banting tulang digiles jatuh bangun hidup prihatin ngampet alias nahan segala mimpi karena cukup tau diri ggak punya uang lebih.
Apalagi mikir kuliah.. test hanya coba -coba eh diterima tapi ggak ada niat buat masuk mikir biaya..
Ehh bapak kok menyanggupi ya bapak biayain.
Kuliah naik bus 3 kali kalau biar sampai kampus. pakai mabuk, layaknya terapi akhirnya bisa tahan dan sembuh mabuk daratnya karena 3 tahun kuliah naik bus terus terusan... 3 kali pula..
Berbekal kantong kresek... kalau hoek di bus buat nampung. hehe
Biar hemat uang makan. di bekali sambel tempe kering dari rumah satu toples dan mie instan
Biaya Kuliah dari mulai hingga lulus sekitar 30 Juta kalau kuhitung.
Mewekkk dulu panas panas cari kayu cari rumput tapi sekarang jari menari di atas key board MaC, bisa digaji Oriflame
Sambil nangis memberanikan diri search Mobil impian untuk nganter niko dan brian.
Karena sempat punya mobil pribadi (wuaaa inget Honda Freed ku walau nyicil semoga segera ditukar Honda CRV..) yang akhirnya di lego ngalah buat DP rumah beberapa tahun yang lalu.
Ahhh 5 tahun lagi dua rumah lunas .. masih peres keringet aama suami.uhuk uhuuhuukkk
Sekarang walau ijasah nganggur, ingin sekali mengembalikan semua yang diberikan Orang-tua walau gaak diminta.
Pasang buaya berarti kudu Diamond buat bapak...
*Seperti yang dikisahkan Oleh Independent Director Oriflame asal Bali Veronika Ani
Ketika kami mulai menghasilkan pendapatan dari bisnis online Oriflame.
Saya tahu dan sering membaca kisah2 inspiratif orang2 sukses sebelumnya, tapi ketika orang terdekat yang biasa ngobrol dengan kita ternyata memiliki kisah inspiratif yang tersembunyi, maka kita akan lebih merasa terinspirasikan untuk mengikuti jejak kesuksesannya :)
Berikut adalah hasil copy paste chat room kami (sudah dengan edit sedikit biar ceritanya lebih Indah dengan alur yang berjalan kedepan) :D
--------------------------------------------------------
Dari SD sudah buruh kalau saya.
Dari buruh ngupas buah melinjo sampai cari kayu bakar pulang sekolah, cari rumput dipinggir jalan.
Boro-boro mikir ganti tas sekolah atau sepatu.
Tapi dibikin mewek ngitung tas dari oriflame yg lebih dari 10 masih kebungkus plastik.
Atau yg kelas 4 sd tetep tegar karena dibilang sama salah satu ibu guru (sungkem nggih bu....jasamu tetep berarti bagiku....karena putrimu sekarang downlineku xixiixixi),
Karena kalau pakai baju bebas pas hari rabu..bajunya itu itu aja....
Jawabku singkat: bu la mung kagungan niki (Bu lha punyanya ini.. )
Inget baju kulot tulisannya Jogging di pinggang...
Jalan kaki sampai SMP... waktu SD, hari Jumat dan Sabtu nyeker nggak pakai sepatu...
Bapak saya yang sopir, Ibu saya yang kerja serabutan membuat saya ikut prihatin.
Membuat saya harus kuat ikut banting tulang digiles jatuh bangun hidup prihatin ngampet alias nahan segala mimpi karena cukup tau diri ggak punya uang lebih.
Apalagi mikir kuliah.. test hanya coba -coba eh diterima tapi ggak ada niat buat masuk mikir biaya..
Ehh bapak kok menyanggupi ya bapak biayain.
Kuliah naik bus 3 kali kalau biar sampai kampus. pakai mabuk, layaknya terapi akhirnya bisa tahan dan sembuh mabuk daratnya karena 3 tahun kuliah naik bus terus terusan... 3 kali pula..
Berbekal kantong kresek... kalau hoek di bus buat nampung. hehe
Biar hemat uang makan. di bekali sambel tempe kering dari rumah satu toples dan mie instan
Biaya Kuliah dari mulai hingga lulus sekitar 30 Juta kalau kuhitung.
Mewekkk dulu panas panas cari kayu cari rumput tapi sekarang jari menari di atas key board MaC, bisa digaji Oriflame
Sambil nangis memberanikan diri search Mobil impian untuk nganter niko dan brian.
Karena sempat punya mobil pribadi (wuaaa inget Honda Freed ku walau nyicil semoga segera ditukar Honda CRV..) yang akhirnya di lego ngalah buat DP rumah beberapa tahun yang lalu.
Ahhh 5 tahun lagi dua rumah lunas .. masih peres keringet aama suami.uhuk uhuuhuukkk
Sekarang walau ijasah nganggur, ingin sekali mengembalikan semua yang diberikan Orang-tua walau gaak diminta.
Pasang buaya berarti kudu Diamond buat bapak...
*Seperti yang dikisahkan Oleh Independent Director Oriflame asal Bali Veronika Ani



0 comments:
Post a Comment