Tuesday, 19 August 2014

Marizka Ellan Lakshinta : Keluar Dari Zona Nyaman


Marizka Ellan Lakshinta : Keluar Dari Zona Nyaman

Oriflame bisnis rumahan, bisnis online, kerja dari rumah, kerja di rumah, penghasilan IRT, duit duit duit, IRT berduit
Marizka Ellan Lakshinta - Director - Jakarta


Dari kecil kerja bayangan bekerja kantoran, memakai blazer dan kerja di kantor keren sudah menjadi impian. Dari kecil saya sudah membayangkan diri menjadi wanita karir. Kemudian beranjak remaja dengan kondisi yatim piatu tentunya membuat impian itu tidak lagi hanya jadi impian tapi kebutuhan dan keharusan, karena tanpa bekerja saya tidak bisa membayangkan masa depan saya. Saya tipe orang yang sangat mudah merasa sungkan, jadi membayangkan jika saya harus bergantung ke orang lain itu menjadi bayangan yang menakutkan.

Setelah menikah pun hasrat untuk bisa tetap bekerja itu tinggi, karena saya melihat sendiri bagaimana usia adalah rahasia Tuhan, mandiri secara finansial sebagai seorang wanita menurut saya penting dan mempersiapkan segala hal terbaik untuk anak saya di masa depan harus dimulai sedini mungkin di saat usia dan fisik saya masih kuat bekerja. Alhamdulillah bertemu dengan suami yang memiliki visi dan misi yang sama dengan saya, selain itu suami dan saya sudah sepakat bahwa kami harus bisa mandiri dan harus bisa menghadiahkan kesuksesan ke keluarga, mempersiapkan yang terbaik untuk masa depan.

Sebelumnya saya pernah join Oriflame di saat kuliah, namun sempat tidak aktif karena saya tidak paham akan Success Plan Oriflame yang membuat motivasi saya juga tidak kuat, saya tahunya Oriflame hanya jualan, dapat uang ya uang jualan itu aja tidak ada uang lainnya. Saya baru tahu kalau Oriflame bisa kasih uang jutaan dari status mba Nisa yang saat itu direcognisi menjadi Director dan membawa papan 7 jutanya, itu yang akhirnya membuat saya inbox mba Nisa untuk bertanya dan akhirnya join. Join yang kedua ini terasa beda, kalau dulu saat mahasiswa isinya hanya jualan saja tidak ada training-training, bahkan penjelasan sistem pun seingat saya sangat minim namun kali ini penuh dengan panduan, bacaan, video-video bahkan forum diskusi yang berkali-kali membuat saya terkagum-kagum dan terheran-heran ke mana sajaa saya. Saya lahap semua video dalam minggu pertama join, dan saya bedah forum hingga saya menemukan begitu banyak jawaban serta solusi tentang apa yang harus saya lakukan supaya bisnis saya bisa berkembang. Waktu awal join saya masih bekerja kantoran, sehingga saya mempelajari Oriflame di sela-sela waktu yang saya miliki. Pulang sampai rumah dari kantor bisa jam 9 atau 11 malam, lanjut menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, dan setelah semua selesai serta suami sudah tidur baru saya buka lagi kantor kedua saya, kadang hingga jam 3 pagi, tidur sebentar kemudian subuh sudah mulai bersiap-siap untuk beres-beres dan ke kantor. Saya yakin waktu yang saya berikan saat itu akan kembali untuk saya di masa depan sebagai Time Freedom :)

Secinta apapun saya dengan pekerjaan saya di kantor, tapi keinginan untuk memiliki waktu yang lebih banyak untuk keluarga juga selalu muncul. Menurut saya Oriflame datang kembali kepada saya di saat yang tepat di mana saya memang sedang mempertimbangkan untuk resign namun belum punya gambaran apa yang harus saya lakukan supaya saya tetap bisa berpenghasilan. Saya resign di level manager 15% walau penghasilannya masih jauh dari gaji yang saya terima sebagai pekerja kantoran namun saya yakin sistem bisnis Oriflame bisa diandalkan, selain itu situasi serta kondisi saat itu membulatkan tekad saya, bagi saya yang penting saya sudah tahu harus melakukan apa untuk tetap berpenghasilan, saya yakin jika memang rejeki saya untuk kembali memiliki penghasilan seperti di kantor maka saya bisa mendapatkannya melalui pintu yang lain asal saya berusaha sekuat mungkin. Awalnya suami tidak merestui keputusan saya untuk ber-MLM, tapi saya yakin itu hanya bentuk sikap melindungi seorang suami yang tidak ingin istrinya kenapa-kenapa karena memang label buruk MLM. Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik tentang mengapa saya Oriflame-an, meluangkan waktu untuk cerita dengan binar-binar dengan Oriflame, menunjukkan kerja keras dan kesungguhan maka suami saya perlahan mulai luluh, butuh sekitar 4 bulan untuk meyakinkan suami waktu itu.

Level SM alhamdulillah berhasil saya capai dalam hitungan 7 bulan, tantangan dan hambatan pasti selalu ada. Ditolak orang pastinya jadi makanan sehari-hari, disindir-sindir teman sendiri karena MLMan dan dijauhi padahal dia saya prospek aja belum pernah hihihihi saya sampai nangis karena udah aku anggap seperti kakak sendiri padahal saya bukan orang yang mudah dibikin menangis,  ditinggalin downline wah sering dari yang baru join langsung ilang sampai manager 12%, 15% pamit juga sudah pernah, ketemu downline yang bossy, dengan beragam karakter yang kadang harus bikin meringis miris, dan lain-lain. Di sini saya benar-benar belajar bahwa kita memang tidak pernah boleh berharap kepada manusia karena orang yang kita kira kita kenal baik bisa sangat cepat berubah sikapnya. Selain itu, pegang baik-baik prinsip bahwa kalau kita ingin bisnis kita berhasil maka kita tidak bisa hanya mengandalkan jaringan, lakukan apa yang harus dilakukan, jangan berharap orang lain yang melakukan untuk kita. Bisnis jaringan bukan berarti jaringan yang melakukan untuk kita tapi kita lah yang harus membangun jalan-jalan sehingga jaringan kita bisa bertumbuh.

Naik, turun, stuck, bingung, air mata semua jadi bumbu yang memeriahkan perjalanan di Oriflame. Saya yang sebelum join Oriflame sama sekali ga ada bekal pengalaman bisnis bahkan jualan aja ga suka, ga doyan dandan, tergolong tertutup, pemalu, ga suka basa-basi, cuek dengan orang lain, ga suka chatting di HP sekarang harus keluar dari zona nyaman dan melakukan hal-hal baru yang tidak pernah terbayang saya lakukan yang tujuannya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan jaringan. Melakukan prospecting on the road, melakukan beauty demo, sebar-sebar flyer, melakukan OOM, mengadakan home sharing ke rumah-rumah downline, yang karena posisi saya jauh dari upline maka sebenarnya semua kegiatan itu saya sendiri belum pernah ikuti sebagai downline, tapi saat itu saya harus melakukannya sebagai upline untuk jaringan saya. Waktu itu saya hanya tahu seperti apa kegiatan itu dari referensi di foto-foto, diskusi dengan upline, membaca di web, dan memperdalam ketika ada training yang sesuai topik tersebut, benar-benar tahu seperti apa acara itu ya saat bikin acara itu. Mulai berlatih harus ngomong apa, harus presentasi apa dengan melihat bagaimana cara mba Nadia Meutia ngomong di video training di web, memperhatikan leader-leader d’BCN saat mereka mengisi training. Jarak yang ditempuh pun kadang tidak pendek, ada kalanya harus bermotor ria menempuh jarak satu jam hingga dua jam perjalanan menuju lokasi acara, naik kereta ke tempat yang saya sama sekali belum pernah tahu, sampai harus terbang karena diadain di beda kota. Pokoknya hajar ajaah, maksudnya ya kalau memang harus dilakukan ya lakukan, apapun hasilnya. Kalaupun ada kekurangan dari acara yang dibikin waktu itu ya artinya acara berikutnya ada panduan supaya lebih baik, kita tidak akan pernah tahu kalau kita tidak melakukan. Acara yang dilakukan juga tidak selalu berhasil dalam hal menghasilkan recruitan, tapi saya percaya usaha yang kita lakukan itu ibarat biji yang kita tanam, hasilnya ga selalu langsung bisa kita nikmati tapi pasti bisa kita rasakan suatu saat nanti. Mungkin upaya kita hari ini tidak membuahkan recruitan baru tapi usaha yang kita lakukan, keringat yang kita keluarkan itu yang nantinya akan mempertemukan kita dengan recruitan yang pantas untuk kita :) Ikut training offline hingga saat ini sebisa mungkin selalu saya lakukan, walau butuh 2 jam untuk bisa sampai ke kantor cabang, ikut training offline ibarat mengisi kembali baterai ilmu dan semangat, walau topiknya udah belasan kali diikuti tetap mengupayakan datang karena SELALU ada hal baru yang bisa kita dapat, dan semakin sering mendengar bagaimana leader-leader d’BCN menyampaikan materi secara bawah sadar akan membuat kita menyimpan materi itu dan menjadi bekal luar biasa ketika kita harus bicara ke orang lain terkait bisnis ini.

Alhamdulillah walau jauh dari upline, ilmu dan support yang diberikan tidak putus sehingga terus menguatkan saya bahwa saya bisa. Saya bisa melakukan hal-hal yang bahkan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya pun perlahan sudah mewujudkan impian saya satu persatu, selain bisa resign dan bekerja dari rumah, saya bisa bahu membahu dengan suami untuk mewujudkan impian kami, karena kami berdua sama-sama pemimpi besar maka PR impiannya begitu banyak hehe alhamdulillah proses mewujudkan impan rumah sendiri juga terbantu dari Oriflame walau kalau dari sisi pembayaran masih mostly dari suami tapi furniture dan printilannya dari penghasilan saya di Oriflame, ini menjadi kebahagiaan tersendiri buat saya juga karena artinya saya bisa nunjuk furniture yang saya suka hihihihi. Join di Oriflame bukan hanya hal materi yang saya dapat, tapi pengalaman luar biasa yang menuntut saya untuk keluar dari zona nyaman, saya jadi berani bermimpi besar, tidak hanya untuk saya tapi juga untuk keluarga saya terutama untuk kedua almarhum orang tua saya, walau perjalanannya panjang tapi kendaraannya sudah ada sehingga keyakinan untuk bisa meraih yang terbaik selalu ada. Melalui Oriflame hidup saya berubah, pemikiran saya berubah, saya merasa Oriflame sebagai universitas kehidupan yang mendorong saya untuk bisa menjadi versi terbaik dari diri saya, hal-hal seperti inilah yang membuat saya terus bertahan.

YAKIN DAN PERCAYA PADA KEMAMPUAN DIRI SENDIRI. TERUS BERGERAK DI SITUASI SEPERTI APAPUN, JANGAN BANYAK KEKHAWATIRAN, LAKUKAN SAJA DAN LIHAT HASILNYA. KALO BAGUS LANJUTKAN, KALO GAGAL PERBAIKI LAGI.

Jangan terdorong karena permasalahan, bergerak majulah karena impianmu.

If you can dream it, you can achieve it :)
GO DIAMOND!

Marizka Ellan Lakshinta
Director

0 comments:

Post a Comment