Tuesday, 19 August 2014

Menjemput Director untuk Keluarga Tersayang


Menjemput Director untuk Keluarga Tersayang

bisnis online, bisnis dari rumah, duit duit duit, IRT berduit, kerja dari rumah
Veronica Ani - Director - Bali


Semangat pagi,

Terimakasih untuk kesempatannya berbagi pengalaman luar biasa bersama Oriflame dan d’BCN.
Perkenalkan saya Veronika Ani, ibu rumah tangga,Ibu dari Niko dan Brian.

Tujuan utama bergabung di Oriflame biar cepet lunasi cicilan rumah,menambah penghasilan keluarga, dan bisa memberi jatah bulanan untuk  orang tua saya,juga kedua bapak ibuk mertua,dan bisa mempersiapkan dana untuk pendidikan Niko dan Brian.
13 april 201, saya mengawali menjadi keluarga besar di Oriflame dan d’BCN.

Mengawali dengan asal mulai ngajak temen, saudara, sahabat , tetangga, koleksi KTP ceritanya….. boleh dikatakan asal rekrut waktu itu selanjutnya mau diapakan belum tau.

Kayak kehilangan induk diawal memang benar adanya (karena Mba Rahma teman sekaligus sponsor saya yang mengajak saya bergabung tidak aktif). Bagaimana memulainya sama sekali belum tau, tapi untungnya bisnis ini bisnis ‘banyak keluarga’, kalau uplinenya hilang mendadak, lompat ke atas cari upline yang mau bimbing. Ketemu dengan Mak Nisa yang menggandengku dan membimbingku, sampai di pencapaian SM di usia 9 bulan gabung.

Dan perdana ketemu Mak Nisa pun saat dipencapaian 9 bulan tadi, jadi selama sembilan bulan ini saya belajar di udara melalui dunia maya, email, fb, chat, bbm, sms , telp, whatsapp. Jadi jauh dari upline bukan alasan yaaaaa, support yang luar biasanya sungguh menguatkan.

Dan kekuatan YAKIN UNTUK BISA tentunya.

Ditolak bagi saya sudah jadi makanan sehari hari, dikatain “bisnis iseng-iseng”, juga sering….
Ditanya, ‘Hasilmu berapa sih?? Kok sampai segitu niatnya?’
Atau ‘Aku tak numpang aja kalau sudah dapat CRV ya’, diaminkan saja, jadi doa
Ada juga yang bilang, ‘Selamat jalan –jalan ke luar negeri, adikku ikut Oriflame nyatanya sampai sekarang nggak juga jalan -jalan keluar negeri’
Atau, ‘Bisnis tipu - tipu itu, yang diatas aja yang untung’, dan masih banyak lagi bentuk penolakan dari halus sampai paling kasar sekalipun.
Gapapaaaa…. ☺
Ditolak itu REJEKI, rejeki dilatih kuat, dilatih berbesar hati, dan dilatih belajar sabar dan terus berusaha, rejeki mau diberi lebih, kalau kita legowo, ikhlas menerima kekurangan lalu memperbaikinya, selalu akan ada hikmah dari setiap peristiwa.

Ga usah sakit hati, gak usah mutung gak usah Dengki, Dongkol apalagi Dendam, kalau kita memelihara 3 D ini nantinya semakin ditutup sumber rejeki.

Disini sistem, dan waktu, kesempatan sama, yang membedakan adalah seni mengolah diri dan mental untuk mengupayakannya.

Sundul- sundulanpun terjadi dijaringan saya. Dibisnis ini sundul - sundulan artinya semua saling mengusahakan .Jadi ga usah langsung down, mutung, atau balik badan kalau disundul downlinenya, justru dijadikan penyemangat untuk lebih dan lebih mengupayakan pencapaian setinggi tingginya.

Downline jatuh berguguran pun saya mengalami, yang pamitan pada hal sudah separoh perjalanan, juga saya alami.

Jurus melawannya adalah dengan menerimanya dengan IKHLAS serta memperbaiki diri, cambuk diri sendiri dengan kata ‘YANG BUTUH SIAPA?’

Selalu kembalikan ke diri sendiri, koreksi diri lagi.

Restu dari suamipun butuh perjuangan, saat-saat belum cukup bukti untuk kasih tunjuk hasil, kadang nyesek, tapi YAKIN aja akan datang waktu membuktikan. Jadi jangan ragu, jangan mundur yang belum direstui sama suami, tapi beri bukti untuknya tunjukan bahwa yang kita lakukan ini ada hasilnya untuk masa depan keluarga.
Kata ‘Tidak setuju” dari suami saat awal menjalani bisnis ini, justru menguatkan saya untuk secepatnya nunjukin hasil, pelan-pelan mencari waktu yang tepat, sharingkan apa yang kita lakukan, sabaaar aja, pasti lama-lama luluh juga. Tunjukkan Performance Discount nya agar suami tahu, potensi hebatnya bisnis kita.

Sabaaar lagi sampai disuatu titik  Performance Discount saya merambah ke angka, mulai dilirik. Hingga pada akhirnya, kesabaran berbuah manis, dihadiahi senjata laptop keren penunjang kerja Oriflame. Support suami akhirnya didapat.Dan membuat aku semakin ngebut ngerjain Oriflamenya.Sharing dengan pasangan kita, dengan orang tua kita, ternyata ini menjadikan kekuatan tersediri untuk langkah kita.

Latar belakang yang gaptek justru menguatkan saya, untuk berpikir aku HARUS BISA, aku HARUS MAMPU, kekuatan dari kepepet, kepepet harus bisa. Tidak ada kata GAGAL kalau kita tidak berhenti berupaya, karena kesempatan itu selalu ada.

Kadang tumbuh minder, kok yang lain bisa, aku tidak, tapi lambat laun rasa itu luluh dengan  selalu berpikir kalau mereka BISA, aku juga BISA.

Saya juga pernah stuck dilevel 9%, yang setelah saya telaah ternyata saya belum mampu menduplikasikan cara kerja yang baik. Saya perbaiki semua. Berjuang membina jaringan dengan lebih baik, mengajari mereka mandiri.
Melihat perjuangan jaringan saya, yang memantaskan diri menjemput impiannya, membuat saya semakin terpacu menjadi lebih baik lagi.

Membina itu AMANAH, dengan berbagai banyak karakter, dengan aneka karakter yang unik, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Inilah Oriflame, Univesitas Kehidupan membuat saya semakin kaya hati, kaya rasa, dan kaya jiwa.
Sebuah proses pendewasaan mental buat saya.

Seiring dengan ujian yang datang, setiap permasalahan yang dihadapi, menjadikan kita semakin bisa mengendalikan diri semakin kuat dan tangguh

Mencintai bisnisnya

Melalui prosesnya

Menyukuri setiap perolehan dan selalu ikhlas dalam bekerja

Level impian pertama, Director, saya jemput di Bulan Juli 2013.

Yang dulu hanya sekedar impian tapi sekarang bisa melakukan banyak hal :

- Bisa memberikan kejutan sepeda motor buat bapak dari Cash Award Director hasil dari Oriflame.

- Bisa memberi uang bulanan buat bapak dan ibuk, rutin setiap awal bulan.

- Bisa membuka Tabungan Rencana buat bapak dan ibu mertua.

- Bisa membuka Tabungan Rencana buat pendidikan Niko dan Brian.

- Bisa membantu suami untuk uang dapur.

- Bisa berbagi lebih.

Dan terus upgrade impian untuk bisa dan bisa lagi.

Bersyukur atas pencapaian ini, yang tentunya  juga berkat upline dan downline yang selalu saling support satu sama lain.
Yang pasti, dengan doa dan usaha, mimpi itu akan jadi kenyataan.

Jangan takut untuk selalu upgrade impian.

Peluk erat seluruh jaringanku tercinta, crossline2 hebatku, kita mampu, kita pasti BISA.

Menuju pencapaian berikutnya level Gold Director, lalu menjemput DIAMOND!!

GO DIAMOND!

Veronika Ani
Director

0 comments:

Post a Comment