Wednesday, 20 August 2014

Oriflame Memberiku Kesempatan Memberi Arti Dalam Hidup

Oriflame Memberiku Kesempatan Memberi Arti Dalam Hidup

PNS IRT Oriflame, bisnis dari rumah, jalan-jalan gratis, jalan jalan gratis, travelling gratis, cash awards, duit daster, IRT berduit, eks PNS
Afri - Senior Manager - PNS



Semangat Pagi Teman – teman....
Sebelumnya perkenalkan saya Afri Yuli Aniswari ( Afri ), Senior Manager yang juga adalah seorang Ibu Bekerja, dengan 2 anak.

*Kelahiran Lukas *
Berasaaaaa banget teman – teman, perbedaan ketika saya melahirkan anak pertama saya dengan anak kedua ini.
Kalau sebeumnya ketika melahirkan anak pertama saya masih bekerja di rumah sakit swasta yang memberikan jaminan persalinan saya, tidak untuk anak kedua saya ini ketika saya sudah menjadi seorang PNS.
Meski kami sudah merencanakan biaya kesehatan selama kehamilan dan persalinan tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Saya mengalami beberapa penyulit selama kehamilan yang itu semua diluar kontrol dan kehendak saya. Morning sickness ndak ngalami, tapi perdarahan membuat saya harus bedrest hampir satu bulan. Beberapa bulan kemudian saya jatuh, kaki cidera harus pakai alat bantu jalan, transportasi harus ganti kalau tadinya pake motor sendiri bisa harus pake mobil karena memang sama sekali gak bisa menyangga beban tubuh. Singkat cerita semua anggaran dan pinjaman membengkak sampai lebih dari 25 juta.

*Memberikan yang Terbaik*
Saya berusaha memberikan asi eksklusif untuk Lukas, selain memang asi tiada duanya...kalau sudah diberi anugrah itu kenapa musti pake beli yang mahal dan tidak ideal untuk bayi.
Mulailah saya berpikir “Gimana yaa besok kalau sudah perlu makanan tambahan, gimana yaa kalau beli susu pertumbuhan, dst, dst” itu tentang Lukas, di sisi lain saya juga berpikir tentang Tresnan, “ Duh sebenarnya kasihan banget sih anak su sulungku ini, terpaksa pindah sekolah karena nggak ada yang antar jauh, dan bayarnya mahal!”. Dari situ muncul keinginan untuk kembali berbisnis.
Suatu ketika lagi melihat adek kelasku Veronika Ani yang berbisnis Oriflame
Otak jadi mikir, apaaa aku coba jualan Oriflame ya,khan harganya lumayan tu, meski pasti untungnya yakisaran 30% seperti direct selling yang lain.Trus tambah penasaran lagi sama Ani yang ketika aku lihat di profilenya jadi make up artist. Akhirnya aku hubungi, tanya gimana jadi member dan langsung ngirim KTP.
Ada kebutuhan, lihat ada peluang, Ambil....

*Mulai Berproses *
Warna – warni sebagai ibu bekerja yang mempunyai 2 balita, ART minta berhenti karena mau nikah. Sudah kalut luar biasa, nyari –nyari tapi “busyet buju buneng” pada patok harganya mahal mahal banget. Minimal 900rb sampai 1,5 juta.
Jadi tambah berasaaaaa banget kalau “uang cupet” tu yaaa mau gimana – gimana kok ya susah bener siiih. Mata tambah melek sama gaji mbak Nissa yang waktu itu masih 10 juta/bulan. Saya sampai bilang kalau aku dapet segitu mau bayar ART 1,5 juta perbulan dan musti punya duapun tidak apa – apa. Ikhlas... dan rela...yang penting selama saya kerja anak terurus dan yang nguruspun nggak terbelah pikirannya karena masih mikir cucian, masak, bebersih, dll.
Itu masalah di rumah. Masalah dikantor nggak ketinggalan ngejar. Baru masuk kerja 2 minggu kemudian harus ngadepin audit external, dan olalaaaaaa.... apa artinya pelimpahan tugas dan kewenangan selama saya cuti? Semua pekerjaan saya utuh tidak dikerjakan sama sekali oleh pengganti saya, bahkan beberapa dokumen hilang. Mencoba mendiskusikannya dengan atasan, jawabannya hanya “ Ya sudah mbak Afri minta yang bersangkutan buat dokumen baru, kemudian mbak afri kerjakan lagi”
Semakin memahami system kerja semakin berasaaaa yaa kalau kerja formal sebagai “KARYAWAN” itu justru sistemnya PIRAMIDA banget. Berbeda dengan MLM.

Saya pernah turun level ke Manager 18% setelah 2 kali SM. Sedih??? Banget....Namun saya tidak patah semangat….
Mengingat Lukas dan Tresnan. Mengingat mas Bowo suami saya. Mengingat Bapak Ibu Nglupar dan Pandan. Mengingat kembali janji yang sudah saya ucapkan.
Saya tersadar... Oooh ini yaaa makna sesungguhnya dari “ Semua berasal dari dalam diri kok! Penentunya adalah diri sendiri, bukan orang lain”.

Kemudian terjadilah dialog panjang dalam diri saya.....
“Ini Jaringanmu! Lakukan pendekatan sesuai dengan yang kamu mau, coba untuk bicara dengannya dan mulai lagi!.”
“Coba lakukan banyak hal, maka kamu akan belajar banyak hal pula, dengan belajar maka kamu akan memahami banyak hal sebagai buahnya.”
“Berkawanlah dengan lebih banyak orang, maka kamu akan mendapatkan lebih banyak pandangan dan wawasan.”
“Jangan merasa paling bisa dalam jaringanmu, jangan merasa paling pintar dan paling tahu meski kamu adalah orang yang paling dahulu bergabung di Oriflame dibanding semua downlinemu”.
“ Satu hal! Kenali setiap orang dalam jaringanmu, berikan support  sesuai kebutuhan, karakter dan personalitynya.. Bantu mereka sesuai kebutuhannya “.
“ Kamu bisa Afri, Karena kamu diberkati, Kamu unik, kamu diciptakan dengan sebuah rencana Luar Biasa!”.
“ Ingat, bulan ini Februari, Yangkung (Bapak saya ) ulang tahun ke 60. Semakin lanjut Afri! Masih ingat khan ketika beliau mengatakan – Akan lebih sering mengajak ibu jalan – jalan, mengantar ibu kemana – mana mumpung Bapak masih kuat setir, mumpung penglihatan Bapak belum terlalu silau, dan kabur. Kalau Bapak sudah tidak mampu maka seperti halnya orang lanjut usia Bapak akan belajar menikmati berada di rumah terus bersama ibu.

Merasa bersyukur di sadarkan bahwa segala sesuatu adalah berawal dari saya sendiri, saya bicara pada suami.  Saya katakan bahwa saya akan memulai lagi, minta doanya, minta support dan pengertiannya.
Akhirnya saya mantab untuk kembali memulai kehidupan Bisnis Oriflame saya.

Saya kembali giat merekrut, semakin giat membina, berusaha untuk semakin mampu mengenali jaringan saya yang dalam pola lama tidak saya lakukan, hanya membatasi pada beberapa lapis.

April saya lebih giat lagi, dan saya merasa lebih bahagia dengan sistem dan jaringan saya saat ini. Saya berusaha sedapat mungkin untuk lebih menempatkan diri setara dan sejajar, sehingga kami bisa bertukar pikiran dengan sangat santai meskipun hal yang kami bicarakan sangat serius.
Saya berikan semua contohnya, saya sampaikan bahwa semuanya sungguh berawal dari diri sendiri.

Ingat kembali IMPIANnya disini mau ngapain?

Puji Tuhan saya menemukan kembali Core Team – Core Team baru saya. Bulan April saya mulai bangun lagi naik level lagi, belajar tentang artinya “  Kerja Pake Nggak Nafas” belajar menyadari bahwa beberapa bulan tertidur kemarin, merasa berusaha untuk bekerja tetapi hanya di bibir saja, tidak dalam tindakan ditambah pula berbagai energi negatif yang melekat dalam diri.

Memahami bagiamana harus BANGKIT dalam arti yang sebenarnya.
PR besarnya adalah MEMBANGUN MINDSET  dan KESADARAN bahwa kita hidup berpacu dengan waktu. Semantara waktu adalah salah satu hal yang tidak bisa kita minta ataupun kita beli. Jadi harus dimanfaatkan dengan sangaaat baik.
Apakah semua terus berjalan lancar dengan kesadaran saya? Tidak jugaaa.....
Saya merasakan betul bahwa core team itu harus dicari dan di temukan, core team itu dibentuk  bukan terima jadi. Saudara, sahabat,Teman – teman dekatpun tidak serta merta menjadi core team, karena bisa saja mereka tidak memahami cara berpikir kita sebelum kita menyampaikannya dengan detail dan terbuka. Meski kadang hal itu saya lakukan dengan berbagai pendekatan, kadang kala harus melewati berbagai gesekan gesekan, yang kalau mental saya seperti ketika memulai maka bisa saja saya “ putus asa “ lagi.

Bulan Mei saya bekerja lebih keras lagi, saya berusaha mengenali dan mengidentifikasi teman teman dalam jaringan saya lebih dalam dan lebih keras lagi. Meski harus belajar dan training kemana saya jabanin saja.  Meski bangun pagi, langsung senam jari di Whats App Group juga saya lakukan.

Bahagia banget di  bulan Mei saya bisa kembali ke level manager 18%, Saya yakin, bahwa saya bisa melakukannya.
Gak Napas?...., Iya...
Dikejar target waktu?.... Iya.
Deg – degan? .... Banget
Terintimidasi?.... TIDAK

Dinamika perjuangan, doa dan keyakinan kembali mewarnai hari – hariku. Bersyukur  banget sempat jatuh, bersyukur banget bertahan, dan bersyukur banget pula di sadarkan kembali untuk Bangkit.
Hidup ini akan menjadi berarti ketika kita meletakkan kasih dan memberikan arti dalam setiap kegerakan.

Di Oriflame ini LUAR BIASA, dengan membantu teman – teman dalam jaringanku untuk sukses, dan bila mereka sudah sukses maka akupun akan beroleh Berkat yang bisa aku berikan sebagai salah satu tanda kasih bagi keluargaku.

Bulan Agustus ini apapun yang terjadi, akan  saya akan berusaha untuk terus maju dan berjuang, untuk Lukas, untukTresnan, untuk mas Bowo, untuk Bapak Ibu, untuk semua team dan jaringan saya.

Berusaha untuk lebih memaknai the Higher Purpose, menemukan bahwa segala sesuatu yang dilakukan saat ini di dunia ini adalah bentuk persembahan yang hidup bagi Tuhan.
Bila yang terbaik di dunia ini saja tidak dilakukan jangan mengatakan sudah melakukan yang terbaik bagi Tuhan.

Yuk teman – teman yang mungkin mengalami stuck level, kesundul, atau turun level barengan gandengan tangan yaaaa.... saling menguatkan dan membantu yaa....
Ini adalah bagian dari proses. Dan Proses ini bukanlah akhir.
Bersyukur banget boleh mengalami “Malu” mengalami “ Kepahitan dan Kepedasan” ketika di sadarkan. Tidak bisa membayangkan apa jadinya jika saya dulu mutung, patah arang, pasti saya tidak akan pernah menemukan kembali “ The Higher Purpose “ saya ... “ Impian Murni” saya......

Sungguh bersyukur dan berterimakasih menemukan Oriflame yang memberiku Kesempatan Memberi Arti Dalam Hidup.

Akhirnya, Oriflame ini tidak melulu soal uang yaaa ternyata....
Ternyata setelah mengenal Oriflame jadi lebih matre itu iyaaa...xixixiixixi....Matre dan ijo mata untuk bisa membeli hal – hal yang tidak bisa dibeli pake uang. Seperti menemani anak, mendampingi suami dan membahagiakan orangtua.

Kalau masih mau nanya “ Emang orangtuanya bahagia dengan diberi uang mbak?” maka akan saya jawab “ Sepertinya saya melihat, hati orangtua saya akan lebih tersayat jika melihat anaknya tidak bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya”.
Terimakasih banyak yaaa Veronika Ani, yang sabar luar biasa pada anakmu yang satu ini. <3

Terimakasih banyaaaak ya Mbak Nissa, yang selalu dan selalu punya waktu menjawab semua pertanyaan, menenangkan kegalauan dan kadang mau “ menguatkan hati untuk tega” berkata keras pada Afri ☺  <3
Terimakasih banyaaaak mba Astri , mba Aya, mba Iin, mba Ajeng, Mba Rizka, Mba Nia dan teman – teman SM Up JNA... Saya belajar banyak dari teman -  teman semua <3
Terimakasih teman – teman di jaringan Afri yang mau menjalani proses ini bersama sampai saat ini yaaaa...Ayooo Lancar....Maju JAYA....  <3 <3 <3
Go Manager...Go SM...
Go ..Go ...Go...DIAMOND .......

Afri Yuli Aniswari

0 comments:

Post a Comment