Sunday, 13 September 2015

NO to MLM ?

Bisnis NO MLM
Pic from vecteezy.com


Hai Bloggers !!
Pernah ga denger orang bilang gini :
"Ngapain ikut MLM, cuma buat bikin kaya upline nya. Cuma buat bikin kaya ownernya?"
atau gini nih..
"Ih, ngga deh MLM an. Bisnis tipu-tipu!"

Padahal, orang-orang yang bilang diatas belum tau APA SIH MLM itu ? Taunya cuma dari orang dan "katanya" . 
Saya sendiri tidak mau langsung menyudutkan orang itu sih, karena saya berpositif thinking, mungkin si Mbak nya atau Mas nya itu bilang begitu karena belum tau :)

Nah, gimanaa kalau kita tabayyun dulu yuuuu ? ^_^


Pertama, kita ulik dulu yuk apa sih kepanjangan dari MLM ? Kebangetan deh kalo ga tau.. hehe. MLM = Multi Level Marketing. Artinya : Pemasaran Level Berjenjang.
Definisi : Pemasaran produk yang dilakukan secara langsung dari tangan ke-1 (Seller) ke tangan ke-2 (Buyer).

Kapan sih muncul sistem MLM ini didunia? 

Istilah Multi Level Marketing itu sendiri pertama kali ditemukan oleh dua orang profesor pemasaran dari Universitas Chicago pada tahun 1940-an dengan nama perusahaan Nutrilite. Produk pertamanya yang dijual Perusahaan Nutrilite adalah vitamin dan makanan tambahan
Berarti sudah lama yaa MLM berkembang hingga saat ini, bahkan sampai ke Indonesia bahkan sampai sekarang masih ada kok perusahaan yg memilih jalur distribusi dengan sistem MLM ini. 

Paradigma NEGATIF terhadap MLM

Something happen for a reason. Mungkin pepatah inggris itu cocok kali yaa mewakili sub-heading ini. hehe.

Beberapa perusahaan memilih sistem MLM sebagai jalannya distribusi produk - tentu sudah dengan melalui berbagai riset sebelumnya. Tapi, pada kenyataannya, banyak perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan TANPA memedulikan kemaslahatan ummat (berat nih bahasanya hehe). Jadi, yang diunggulkan HANYA embel-embel CEPAT KAYA nya, bukan mementingkan bagaimana kualitas produknya >> Perusahaan seperti ini BUKAN perusahaan yang menjalankan sistem distribusi MLM, melainkan perusahaan yg menjalankan sistem MONEY GAME.

Kenapa ya, banyak yang berpandangan negatif terhadap MLM, etapi kenapa juga malah semakin banyak orang yang memilih berbisnis MLM, bahkan bisa berhasil menjalankan bisnis MLM? Hayooo..

Kenapa ya? Simak terus kebawah, gannn.. Jangan males baca heehehe..

Perbedaan MLM dan Money game

Mengikuti bisnis MLM tentu harus bekerja donk... 
Dari mulai membangun jaringan, penjualan produk dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Jadi, tolong bedakan dengan MONEYGAME yaa, di mana :
1. Anggota diharuskan memberikan setoran pertama berupa uang, lalu tanpa berbuat apa-apa atau hanya berupa easy money. 
2. Adalagi nih perusahaan yang sebenernya MONEYGAME tapi berlindung dari kedok MLM. Perusahaan ini sudah ada produknya, seolah juga ada marketing plannya. Padahal produknya ga bermanfaat, dan hasil QC nya juga ga jelas.
Tidak ada target penjualan dari masing-masing anggota kecuali investasi sejumlah sekian rupiah sekali saat mendaftar dan sisanya REKRUT orang lain dgn metode yg sama.
Misal : Jika membeli produk sejumlah harga Rp. sekian, maka otomatis menjadi member. Tanpa ada target penjualan bulanan dari tiap member, asalkan bisa rekrut (dengan biaya pendaftaran Rp sekian sebelumnya), maka akan mendapatkan keuntungan sekian rupiah. 

Jika bersikap seperti itu, maka anggota bisnis yang sekaligus sebagai investor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu dari mana perusahaan tersebut membayarkan keuntungan. Dengan kata lain, pengetahuan mengenai MLM itu sendiri sangatlah penting sebelum benar-benar terjun ke dunia tersebut yaa..





Bagaimana Cara Kerja MLM ?

Perusahaan yang menggunakan konsep Multi Level Marketing pada umumnya memberikan peluang bisnis kepada membernya secara bebas. Artnya, member bertindak sebagai distributor independen, yakni tidak memiliki keterikatan kontrak dengan perusahaan MLM. Member akan memperoleh penghasilan yakni dengan cara melakukan penjualan produk perusahaan MLM kepada orang lain atau dengan mengembangkan jaringannya dan melipatgandakan omzet penjualan dari hasil pengembangan jaringan.
Perusahaan MLM yang benar tidak akan memaksa membernya untuk membeli suatu produk tertentu dulu untuk bisa menjadi member.
Perusahaan MLM yang benar akan meminta biaya pendaftaran saja kepada member, dan sebagai penggantian terhadap biaya pendaftaran tadi si member baru akan mendapatkan starter kit yang biasanya isinya berupa informasi ttg perusahaan, produk, dan bagaimana cara menjalankan bisnisnya. 
Contoh :
1. Si A bergabung dgn MLM B karena cocok dengan produknya, menjadi member hanya agar bisa membeli dengan harga member ( lebih murah dari harga untuk konsumen biasa ).
2. Si B bergabung dgn MLM B karena cocok dengan produknya dan juga ingin mendapat penghasilan dari hasil berjualan produknya saja ( mendapat keuntungan penjualan langsung dari selisih harga member dan harga konsumen ).
3.Si B bergabung dgn MLM B karena selain cocok dengan produknya, juga ingin menjadi penjual agar mendapat keuntungan penjualan produk secara langsung, si B juga ingin menjalankan sistem bisnisnya MLM B yang artinya ada target tertentu baik pribadi maupun jaringannya sesuai dengan marketing plan si MLM tersebut.
Jadi, tidak ada paksaan dari perusahaan MLM tersebut untuk si member agar HARUS berjualan tiap bulannya. Kalau mau mendapat penghasilan ya bisa dengan cara di point 2 atau 3, 

Kenapa MLM ?

1. Perusahaan
>> Walaupun banyak yang komen negatif ttg MLM, kenapa masih ada aja perusahaan yang memilih jalur distribusi dengan MLM ini yaa?

Ternyata setelah dilakukan banyak riset, alasan diantaranya adalah ini :

- Biaya Overhead sales dan marketing
>> Dengan sistem ini, maka biaya untuk meng-iklankan produk menjadi lebih sedikit. Biaya distribusi produk juga menjadi lebih kecil.
Jalur distribusi non MLM : manufacturer –> transporter –> wholesaler –> retailer –> advertisers –> customers
Jalur distribusi MLM : manufacturer –> Consultant/sales –> customer
Jadi, banyaknya dana yg terpotong itu bisa dialihkan menjadi dana untuk memberikan komisi pada masing-masing membernya.
- Pertumbuhan tinggi
>> Perusahaan MLM yang diatur dengan baik bisa berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20%, 50%, bahkan 100% tiap bulan
2. Member
- Tidak perlu modal besar sudah bisa punya bisnis sendiri.
- Tidak perlu memikirkan masalah produksi hingga pengemasan produknya. Pokoknya si member tau beres mengenai produk tersebut dimulai dari riset sampai QC nya.
- Tidak perlu memikirkan harus mark up harga menjadi berapa karena tiap produk sudah ditentukan berapa harga konsumennya oleh perusahaan.
- Cukup menjalankan sistem sesuai market plan perusahaan, tidak usah pusing memikirkan akan mendapat berapa bulan ini, bulan depan. Tugas para member hanya fokus kepada penjualan dan bagaimana mencapai target penjualan YANG DIINGINKAN oleh si member.

Hal-hal yang WAJIB diperhatikan

Sekarang sudah tau kan, apa yang selama ini disangka NEGATIF tentang MLM itu, SALAH?
Sudah tau kan yaa apa perbedaan perusahaan Money game, Moneygame berkedok MLM dan perusahaan MLM murni? Jadi, sekarang mau nih memutuskan bisnis MLM?
Eits, ati-ati gan.. Jangan asal comot ajaa hehe. Perhatikan dulu beberapa hal berikut sebelum memilih MLM yang TEPAT buat ditekuni.

1. Profil Perusahaan
>> Cek dan ricek sejarah pendirian perusahaan tersebut. Sudah berapa lama berdiri di Indonesia atau kalau MLM luar, berapa lama berdiri di negara asalnya dan bagaimana sekarang perkembangan di negara asalnya?
>> Kalau perusahaannya baru berdiri dan aseli produksi Indonesia? Cek dulu legalitasnya !
Kalau dia benar perusahaan, mau menjadi besar, PASTI ada produk yang dijual donk?
Sama kok kaya perusahaan konvensional lainnya yang kalau mau berdiri dan sejahtera lama, HARUS mengurus masalah ijin AKTA PERUSAHAAN, SIUP-L, ijin di OJK, dsb. Sebagai perusahaan distributor penjualan barang langsung, WAJIB mendaftarkan perusahaannya di APLI. Kalau agan ditawarkan bisnis MLM, tapi pas ditanya legalitasnya, ternyata tar sok tar sok. Mending ditahan dulu dehh yee minatnyee daripada buntung pan? hehe
2. Produk
>> Perusahaan yang serius akan mementingkan kualitas dari produk yang diterbitkannya. Mulai dari riset sampai distribusi produk akan diperhatikan dengan detail. Jangan sampai menimbulkan kerugian bagi konsumennya.
3. Marketing Plan yang jelas dan adil
>> Cek juga nih marketing plannya gimana? Adil ga buat seluruh anggota yang baru join? Bisa ga seorang downlin yang baru gabung, penghasilannya lebih tinggi dari upline?
Jangan kena jebakan betmen ya.. 
4. Support perusahaan dan jaringan
>> Ini juga penting nih untuk diperhatikan. Perusahaan konvensional ajaa untuk merekrut karyawan baru, harus melalui tahapan psikotes wawancara dsb sampaai ada training2 berkalanya. Nah, kalau perusahaan MLM yang ditawarkan ke agan gimana? Ada ga schedule trainingnya? Ada ga contact centernya? Ada ga ASK THE EXPERT nya?Jangan sampai, member yang sudah masuk dibiarkan begitu saja mencari tahu apa sih produk yang akan dia pasarkan tersebut?
>> Inget juga nih yaa.. kalau perusahaan MLM yang benar, PASTI mendengarkan apa yg dimaui oleh para membernya, walaupun tidak semua diikuti ( kebanyakan ntar malah bingung,boo.. hehe ) tapi minimal ada survei atau ada permintaan pertimbangan dari manajemen ke member.
5. Sistem marketing plan
>> Ini paling penting juga nih. Marketing plannya perusahaan tersebut seperti apa? Bagus ga?
Bisa terjangkau ga? Berlaku untuk semua member baru dan lama ga? Adil ga? Beneran dikasih ggaaa kalau tercapai (kayanya sih ini yg paling penting hihiiih)
6. Bukti
>> Ada ga yang sudah mencapai target tertentu dan bener2 dikasih beneran ga rewards nya?

Demikian deh kilasan sedikit ttg MLM
Selamat!!
Kamu hebat sudah mau membaca sampai tuntas. Energi positifnya perlu ditularkan ke yang lain yaaa.. 
Misalnya : Tidak memandang remeh seorang yang memilih bisnis MLM ketimbang bisnis konvensional lainnya. Pun tidak memandang remen pekerjaan orang lain yaa :)
Karena apa, honestly, SEDIH loch ketika ada temen yang bilang :
Pengen bisnis, tapi NO MLM yaa..
Sedangkan diantara friendlistnya dia, ada yang temennya adalah MLM-ers. Padahal temen itu ga tau, apa itu MLM dan alasan apa seseorang bergabung di MLM :)

Yuk ah.. Kita selalu positif thinking. 
Hati-hati sebelum bicara. Hati-hati sebelum menulis ^_^

Salam sukses untuk semua pebisnis APAPUN didunia ini

Risa Hananti
Director








0 comments:

Post a Comment